Kamis, 19 Maret 2015

Prestasi Kecil Tim STAI Tgk. Dirundeng di Negeri Jiran



Alhamdulillah…Tepat pada tanggal 30 Desember 2012 notification/pemberitahuan dari situs ADIC (Aceh Development International Conference) 2013 melalui situs: adic2013.yolasite.com bahwasanya salah satu tim peneliti dari STAI Tgk. Dirundeng Meulaboh yaitu Syibran Mulasi. MA (Dosen) dan Darmawansah (Mahasiswa) lolos dalam seleksi paper presentation pada konferensi tersebut, juga paper Abi (Ketua STAI Tgk. Dirundeng Meulaboh Dr. Syamsuar Basyariah, M.Ag) juga termasuk kedalam paper presentation yang lolos.

 Setelah menerima pemberitahuan tersebut, tim yang terdiri dari Dr. Syamsuar Basyariah. M.Ag, Syibran Mulasi. MA dan Darmawansah melakukan persiapan untuk menghadiri dan mengikuti kegiatan tersebut. Adapun judul paper yang diikutsertakan adalah "Peningkatan Sektor Perekonomian Masyarakat melalui Pemberdayaan Tanah Wakaf" dan "Politisi Bermoral".

Kegiatan ADIC 2013 ini berlangsung sejak tanggal 26-28 Maret 2013 dengan tema “Sustainable, Development and Acceleration of Acehnese Welfare, Needs, Values and Rights” diselenggarakan di Kampus tertua di Malaysia yaitu University Of Malaya di Kota Kuala Lumpur Malaysia dengan Open Ceremony oleh Wakil Gubernur Aceh Bapak Muzakir Manaf. Ungkapan rasa haru dan bangga beliau terlihat pada saat penyampaian beberapa kata pembuka acara tersebut, yang memang kegiatan tersebut merupakan buah karya anak bangsa Aceh baik yang sedang studi S1, S2 dan S3 maupun yang telah berhasil dan menetap di Negeri Jiran.

Sesi demi sesi pada kegiatan berlangsung cukup menarik hingga pada sesi presentasi berlangsung cukup alot, dengan judul-judul makalah yang unik, menarik dan pastinya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Peserta ADIC 2013 ini terdiri dari berbagai kalangan dan berasal dari berbagai negara, baik dari Indonesia, Malaysia, Singapore, India, bahkan beberapa negara benua Afrika. Peserta Presentasi didominasi oleh Penulis dan Peneliti yang berasal dari Aceh. Diskusi berlangsung dengan baik dan kritikan, masukan serta saran membangun terus diberikan kepada setiap author yang melakukan presentasi.
 
Yang sangat menarik dalam kegiatan Konferensi ADIC 2013 ini sejak Open Day hingga berakhir dengan Tour ke tempat-tempat bersejarah di Kota Kuala Lumpur, bahwa peserta yang terdiri dari kalangan Akademisi baik tingkat Doktor, Professor,Master dan Mahasiswa berbaur menjadi satu, saling tukar informasi, berdiskusi, bercengkrama dan berinteraksi tanpa melihat strata pendidikan yang disandang serta gelar yang dimiliki. seolah-seolah seperti satu keluarga yang dipertemukan pada sebuah avent akbar yang memiliki nilai akademis dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh khususnya.

Setelah kegiatan konferensi, Tim STAI TDM sempat mengunjungi beberapa tempat lainnya di Kota Kuala Lumpur seperti Istana Kerajaan Malaysia, Masjid Putra Jaya, Masjid Negara dan Kampus UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia).

Sejatinya banyak penulis dan peneliti yang berasal dari Aceh sudah sejak dulu telah banyak memberikan kontribusi kepada Pembangunan Masyarakat Aceh. Dari segala bidang baik pada bidang sosial, budaya, pendidikan, politik, ekonomi, teknik dan sebagainya, hingga hari ini kita dapat melihat karya-karya anak bangsa Aceh telah banyak menghiasi etalase perpustakaan besar maupun kecil bahkan beberapa telah diaplikasikan kedalam masyarakat Aceh sendiri.

Harapan besar berada di pundak generasi bangsa, untuk bersegera menyiapkan dirinya sebagai bekal terjun ke masyarakat. Sehingga kampus harapan STAI Tgk. Dirundeng ini mampu menjadi mesin produksi manusia berkualitas dan bertakwa. Khususnya dalam kemampuan menulis dan meneliti,

Semoga karya-karya anah bangsa ini dapat terus dipertahankan dan terus dipacu, khususnya pada almamater kampus tercinta yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tgk. Dirundeng Meulaboh, mampu menelurkan mahasiswa-mahasiswa yang kreatif, cerdas, intelektual dan bertakwa.
Wassalam

Darmawansah
Mahasiswa KPI STAI TDM

diposkan juga di : bemstaitdmbo.blogspot.com

Jumat, 15 Oktober 2010

Menjadi Manusia - manusia Langit



Ini bukan kisah Kenshin Himura yang lebih dikenal dengan Batosai si Pembantai. Ini juga bukan kisah Herkules yang entah ada atau hanya fiktif belaka. Tapi ini tentang dunia manusia nyata, yang ada di hadapan kita. Siapakah manusia-manusia langit itu? Kenshin kah? Hercules kah? Atau mungkin sosok yang lain?
Kalau kita sering mengamati dan merenungi keberadaan kita di dunia ini, maka kita akan yakin seyakin-yakinnya bahwa kita ini manusia. Betul nggak? Nah, sebagai manusia, Allah telah memberikan kepada setiap kita potensi-potensi hidup. Yang mana dengan potensi hidup inilah sebenarnya kita berbuat. Dengan kata lain, potensi-potensi inilah yang mendorong kita untuk melakukan berbagai aktivitas. Mulai dari tidur sampai tidur lagi. Nggak percaya? Kita tanya “Mbahnya”.
Dalam diri kita ini ada yang namanya kebutuhan hidup. Salah satu penampakkan dari adanya potensi yang satu ini adalah adanya rasa lapar, haus dan yang sejenisnya. Tentu bila makhluk yang satu ini hadir, kita perlu penuhi. Kalau nggak bisa ‘wassalam’ neh hidup. Contohnya saja, saat lapar, kan kira pasti pinngin minum. Begitu juga saat lapar menjelang, makan menjadi solusinya. Potensi yang lain adalah naluri. Bedanya dengan yang pertama, saat naluri ini muncul dan ingin dipenuhi, bila tidak, nggak sampai menimbulkan ‘berakhirnya’ hidup kita. Naluri-naluri ini adalah naluri beragama, naluri mempertahankan diri dan naluri melestarikan keturunan.
Masih nggak percaya? Wah kebangetan deh! Kita tengok salah satu naluri. Misalnya saja naluri melestarikan keturunan. Dan naluri ini yang paling banyak digandrungi. Penampakkan dari naluri ini salah satunya adalah adanya rasa mencintai lawan jenis. ‘Love story’ lah. Saat dia datang merambah hati, maka hati mulai nggak tenang, gelisah pun melanda insan yang sedang dilanda asmara. Bila nggak dipenuhi? Wah nggak bakalan deh kamu ‘tamat riwayat’. Paling-paling rasa resah dan gelisah terus melanda. Tidak lebih. But, sebenarnya kegelisahan ini bisa dihindari dengan melakukan aktivitas yang dapat melupakan masalah ini. Tul nggak?
Lantas hubungannya dengan judul tulisan ini? Sabar sobat! Seperti yang telah kami sampaikan di awal bahwa naluri dan kebutuhan hidup ini memerlukan adanya pemenuhan. Itu pasti. Akan tetapi yang memberdakan antara seseorang dengan yang lain adalah, dengan apa dia memenuhi potensi hidupnya tadi. Sebagai contoh, saat lapar datang. Yang membedakan adalah apa yang dia makan, bukan rasa lapar itu sendiri. Inilah yang menjadi pokok bahasan judul ini.
“Manusia-manusia langit” adalah mereka yang menjadikan potensi yang dia miliki selalu terikat dengan aturan Allah. Kebutuhan hidupnya hanya dia penuhi dengan sesuatu yang sesuai dengan aturan Allah. Begitu juga dengan naluri. Seorang manusia langit tidak akan menyalurkan nalurinya dengan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Rabbnya. Karena mereka memahami bahwa hidup ini bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan hidup dan naluri saja. Lebih dari itu manusia-manusia langit memahami bahwa hidup adalah untuk hidup kembali. Hidup bukan tujuan, tapi tahap menuju kehidupan lain yang abadi. Makanya dia senantiasa menjadikan hidupnya selalu sesuai dengan ajaran Allah, Sang Pencipta.
Manusia-manusia langit bukanlah ilusi. Dia bukan juga hayalan imajinasi, yang tidak bisa diwujudkan. Manusia-manusia langit juga seperti kita. Mereka seperti kita yang perlu makan saat lapar; perlu minum kalau haus. Mereka juga sama-sama seperti kita yang takut akan murkaNya, yang punya naluri mempertahankan diri, yang mencintai kekasihnya saat naluri ‘nau (melestarikan keturunan) hadir. Mereka sama seperti kita. Bedanya? Mereka adalah sosok istimewa karena selalu membaktikan dirinya hanya untuk mendapatkan ridlo Allah. Nggak seperti kita yang sering bermaksiat dengan melanggar aturanNya, yang sering lalai dalam ibadah kepadaNya.
Manusia-manusia langit nggak pernah bersikap ibarat ‘bunglon’. Saat berhubungan dengan Allah, dia membawa Islam. Tapi saat bergaul di masyarakat dia menanggalkan Islam. Dia tidak pernah memisahkan kehidupannya, walau sebentar, dari aturan Allah. Manusia-manusia langit selalu menyandarkan akitivitasnya dengan perintah dan larangan Allah.
Mereka nggak seperti kita yang saat diseru untuk duduk terpisah saat kuliah berkelit dengan alasan kalau ruang kelas bukanlah masjid yang harus ada hijab (pembatas). Nggak seperti kita, yang saat diberitahukan bahwa pacaran itu dilarang dalam Islam, berdalih nggak apa-apa selama masih dalam batas-batas yang wajar. Walau nggak jelas juga batas-batas tersebut itu apa dan bagaimana. Apakah batasan yang dia buat sendiri ataukah batasan yang dibuat oleh Sang Pencipta. Tapi yang jelas batasanNya itu telah jelas ada di Kitab berisi firman-firmanNya dan juga melalui sabda-sabda kekasihNya. Tinggal kita mau mencari dan menerapkannya atau “keukeuh” dengan batasan kita. “Yang penting enaak”. Manusia langit juga adalah manusia-manusia yang sopan santun baik dalam perkataan, perbuatan dan pakaian. Mereka menjadikan auratnya sebagai hal yang paling berharga dari dirinya, yang tidak boleh semua orang bebas melihat apalagi menyentuhnya.
Manusia langit adalah sosok manusia yang ideal.  Manusia-manusia yang bakal selalu mencintai dan dicintaiNya. Nah, trus kumaha nich dengan kita??  Ya, pilihan tinggal kembali kepada kita, apakah kita adalah kita seperti saat ini, atau kita adalah pemimpi manusia-manusia langit yang akan selalu mimpi. Atau kita adalah bagian dari manusia-manusia langit tersebut.  Untuk menjadi manusia langit tidak perlu pake kampanye, apalagi pake “money politic”.   Manusia-manusia langit bukan puitisi tapi....  

Sabtu, 09 Oktober 2010

Sekapur Sirih



Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh


Saya orang baru dibelantika dunia blogger, terkadang ada hal yang perlu bagi kita sebagaimana manusia untuk bertukar pikiran, informasi, diskusi, ataupun meluruskan suatu hal yang sebenarnya masih terdapat kejanggalan-kejanggalan dalam kehidupan ini, info politik, agama, militer, pendidikan, kesehatan adalah penting untuk kita selalu berbagi. terakhir saya sangat berharap kepada seluruh anda yang membaca blog ini untuk memberikan kritik, saran, dan masukan yang berharga..Terimakasih



Wassalam...